Seperti diberitakan dalam Koran Suara Merdeka – Semarang Metro Kamis 27 November 2008 DPRD kota Semarang telah mengesahkan Perda RTH (Ruang Terbuka Hijau) pada Rabu, 26 November 2008. Perda RTH itu antara lain mengatur kewajiban setiap RT untuk memiliki taman minimal seluas 250 meter persegi dengan 10 pohon pelindung, luasan taman pada tingkat RW minimal 1.500 meter persegi dengan 20 pohon pelindung, sementara taman di tingkat kelurahan minimal seluas satu ha.

dsc01999Perda juga mengatur tentang penanaman pohon di rumah-rumah warga. Setiap rumah dengan luasan kaveling di bawah 120 meter persegi, minimal menyediakan 1 pohon pelindung. Sementara, rumah dengan luasan tanah 120-500 meter persegi harus menyediakan minimal 3 pohon dan di atas 500 meter persegi 5 pohon. Menurut ketua panitia khusus (Pansus) Raperda RTH yang juga anggota Komisi C DPRD, Agung Budi Margono, keberadaan Perda diharapkan bisa mengendalikan RTH yang dari tahun ke tahun semakin berkurang.

Keberadaan PERDA ini jelas nambahi beban tugas RT/RW selain untuk menyediakan lahan seluas yang diwajibkan juga membangun taman dan mengadakan sejumlah pohon pelindung yang dipersyaratkan. RT maupun RW itu kan merupakan tugas sosial kok ada kewajiban segala… Selama ini kalo soal taman RW IV kelurahan Padangsari hampir selalu tidak ada masalah, tapi bila harus menyediakan lahan seluas 1500 m2 dengan 10 pohon pelindung itu namanya mengada-ada. Penyediaan lahan dan dananya darimana ?

Dalam Perda tersebut memang tidak/belum diatur sangsinya bagi RT/RW maupun warga yang tidak mematuhi kewajiban tersebut. Mungkin ini cuma pendorong agar setiap warga membangun/memiliki taman dan bila kewajiban itu betul-betul dicanangkan Pemerintah Daerah Semarang seyogyanya menyediakan dana bagi warga untuk menyediakan lahan dan membangun tamannya. Semoga…