Tahun Masehi 2008 dan Tahun Islam 1429H baru saja berlalu. Banyak cara dilakukan masyarakat dalam menyambut pergantian tahun tersebut. Kegiatan tersebut biasanya tidak terlepas dari upaya introspeksi dan harapan-harapan. Introspeksi dilakukan tentunya berkaitan dengan perbuatan-perbuatan di tahun lalu, apakah perbuatannya itu telah bermanfaat bagi dirinya sendiri dan masyarakat atau justru merugikan orang lain, hal ini umumnya dilakukan oleh masyarakat Jawa Tengah pada saat malam 1 suro. Namun tidak sedikit pula masyarakat dalam merayakan tahun baru hanya bertujuan ingin bersenang-senang, seperti selalu dilakukan oleh khususnya kaum muda ketika menyambut pergantian tahun baru masehi.

Selamat Tahun BaruDi tahun 2009 ini, seperti diramalkan banyak orang, kondisi ekonomi negara kita dan hampir di seluruh belahan dunia masih belum membaik. PHK dan perusahaan yang collapse masih akan banyak terjadi. Tentu hal ini berarti peluang kerja yang ada semakin kecil, persaingan kerja semakin besar, dan pengangguran semakin meningkat. Masalah bencana juga diramalkan akan banyak terjadi di tahun 2009 ini. Gempa di Irian dengan kekuatan 7.8 SR merupakan indikasi awal terjadinya bencana di beberapa daerah di Indonesia. Ya…, pertambahan tahun berarti bertambah pula usia bumi dan usia para penghuninya. Para ahli Cuaca mengatakan “semakin tua usia bumi semakin banyak pula bencana yang terjadi”.

Analisis saya, berdasar hasil-hasil penelitian para ahli cuaca dan para ahli perminyakan dunia, masalah yang akan dihadapi masyarakat dunia pada 2 dekade yang akan datang adalah kelangkaan energi dan perubahan iklim secara drastis. Tanda-tandanya sudah kelihatan di tahun 2008 yang lalu. Hal ini telah saya presentasikan di hadapan warga RT-08/RW-04 Kelurahan Padangsari (Kecamatan Banyumanik-Semarang) dalam acara memperingati 17 Agustus 2008 yang lalu. Jika ditambah dengan masalah-masalah yang dihadapi oleh bangsa kita sendiri (masalah Politik, Ekonomi, Pendidikan, Pengangguran dan lain-lain) sudah tentu masyarakat Indonesia akan menghadapi persoalan besar di tahun-tahun yang akan datang.

Selamat tahun baru. Menyambut tahun baru harus dengan semangat baru. Semangat dalam memperbaiki sikap dan perilaku untuk menjadi lebih baik, semangat untuk berjuang dalam memerangi kebodohan dan ketertinggalan, semangat membangun dengan lebih memperhatikan keseimbangan dan kelestarian alam, semangat untuk berbagi kepada mereka yang kekurangan, dan semangat untuk maju bersama dalam membangun masyarakat di tingkat-tingkat RT; RW dan pedesaan. Mari kita tanamkan jargon dalam diri kita masing-masing ”Kunci kemajuan adalah semangat dan kebersamaan”, karena hanya dengan semangat dan kebersamaan ini segala persoalan yang dihadapi bangsa kita dapat dipecahkan secara lebih mudah dan cepat. Selamat tahun baru, semoga sukses.